Kimia medisinal 5
Farmakokinetik (pharmacokinetic, PK) : perjalanan kadar antibiotika di dalam tubuh, sedangkan farmakodinamik (pharmacodynamic, PD) : tentang hubungan antara kadar-kadar itu dan efek antibiotikanya.
substansi yang dihasilkan oleh berbagai spesies mikroorganisme (bakteri, fungi, actinomycetes) yang menekan pertumbuhan mikroorganisme lain dan akhirnya menghancurkannya.dalam penggunaan antibiotik pada kasus infeksi, terdapat tiga aspek yangsangat berkaitan erat, yaitu aspek antibiotik itu sendiri, aspek kuman, dan aspek pejamu (host)
antibiotika tipe I, rejimen dosis yang ideal adalah memaksimalkan kadar, semakin ekstensif dan cepat tingkat bakterisidalnya. Karena itu, rasio AUC 24 jam/KHM, dan rasio kadar puncak/KHM merupakan prediktor efikasi antibiotika yang penting. Untuk fluoroquinolone vs bakteri Gram-negatif, rasio AUC 24 jam/KHM optimal adalah sekitar 125. Bila fluoroquinolone vs Gram-positif
link yt : https://youtu.be/MpgGhYl5fVE
Penggunaan antibiotik selalu dikaitkan dengan resistensi. Bagaimana dengan profil farmakodinamik antibiotik pada pasien yang mengalami resistensi?
BalasHapusBisakah menggandakan dosis antibiotik?
Dalam profilnya, Satuan resistensi dinyatakan dalam satuan KHM (Kadar Hambat Minimal) atau Minimum Inhibitory Concentration (MIC) yaitu kadar terendah antibiotika (μg/mL) yang mampu menghambat tumbuh dan berkembangnya bakteri. Peningkatan nilai KHM menggambarkan tahap awal menuju resisten.Ada dua strategi pencegahan peningkatan bakteri resisten:
Hapus1) Untuk selection pressure dapat diatasi melalui penggunaan antibiotika secara bijak (prudent use of antibiotics).
2) Untuk penyebaran bakteri resisten melalui plasmid dapat diatasi dengan meningkatkan ketaatan terhadap prinsip-prinsip kewaspadaan standar (universal precaution).
Ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi antibiotik dapat menyebabkan resistensi. Pasien yang terinfeksi bakteri yang resisten umumnya beresiko mendapatkan perawatan yang lebih lama. Bagaimana profil pengobatan yang seharusnya dilakukan pada pasien yang mengalami resistensi antibiotik?
BalasHapusUntuk menentukan penggunaan antibiotika dalam menangani penyakit infeksi, secara garis besar dapat dipakai prinsip-prinsip umum dibawah ini :
Hapus1. Penegakan diagnosis infeksi. Hal ini bisa dikerjakan secara klinis berdasar kriteria diagnosa ataupun pemeriksaan-pemeriksaan tambahan lain yang diperlukan. Gejala panas sama sekali bukan kriteria untuk diagnosis adanya infeksi.
2. Kemungkinan kuman penyebabnya, dipertimbangkan dengan perkiraan ilmiah berdasarkan pengalamansetempat yang layak dipercaya atau epidemiologi setempat atau dari informasi-informasi ilmiah lain.
3. Apakah antibiotika benar-benar diperlukan? Sebagian infeksi mungkin tidak memerlukan terapi antibiotikamisalnya infeksi virus saluran pernafasan atas, keracunan makanan karena kontaminasi kuman-kuman enterik.Jika tidak perlu antibiotika, terapi alternatif apa yang dapat diberikan?
4. Jika diperlukan antibiotika, pemilihan antibiotika yang sesuai berdasarkanspektrum antikuman, sifat farmakokinetika, ada tidaknya kontra indikasi pada pasien,ada tidaknya interaksi yang merugikan, bukti akan adanya manfaat klinik dari masing-masing antibiotika untuk infeksi yang bersangkutanberdasarkan informasi ilmiah yang layak dipercaya. Dari sisi bakteri, pertimbangkan site of infectionand most likely colonizing, berdasar pengalaman atau evidence based sebelumnya bakteri apa yang paling sering, pola kepekaan antibiotika yg beredar lokal
Selain hal-hal diatas,edukasi pasien juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa edukasi atau training yang diberikan kepada kelompok besar maupun kecil, menunjukkan peningkatan peresepan antibiotic yang baik. Pesan akan diterima dengan baik apabila disampaikan oleh pemimpin lokal atau orang yang dianggap berpengaruh